Selamat datang di blog ini. Terima kasih karena anda telah membuka blog ini. Silahkan menjadi member di blog ini.^^

Kamis, 31 Oktober 2013

ACTUATING DALAM MANAJEMEN

ACTUATING DALAM MANAJEMEN

Salah satu landasan kepemimpinan seorang manajer yang kokoh dalam peranannya pada aspek penggerak (actuating) perihal pengambilan keputusan. Manajer atau pemimpin perusahaan harus cekatan mengambil keputusan. Pengambilan keputusan ini merupakan suatu sikap manajemen terhadap hal tertentu secara proaktif, aktif, atau reaktif.

Actuating adalah upaya yang dilakukan supervisor untuk memotivasi seluruh anggota tim agar mau mewujudnyatakan tujuan yang sudah direncanakan. Bersama dengan kesadaran yang tinggi. Pada proses ini, supervisor akan banyak berhadapan atau berinteraksi dengan para anggota atau bawahan di unit kerjanya. Setiap orang punya karakter dan perilaku berbeda-beda. Maka cara memotivasi dan bentuk motivasi yang diberikan tentu harus sesuai dengan kebutuhan dan karakter masing-masing bawahan.

Arifin menyatakan actuating, penggerakan pada hakekatnya merupakan suatu usaha menggerakan orang atau orang-orang untuk suka dan dapat bekerja untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

Fungsi pokok penggerak di dalam manajemen adalah:
·         Mempengaruhi seseorang (orang-orang) supaya bersedia menjadi pengikut.
·         Menaklukan daya tolak seseorang (orang-orang)
·         membuat seseorang atau orang-orang suka mengerjakan tugas dengan lebih baik
·         mendapatkan, memelihara, dan memupuk kesetiaan pada pimpinan, tugas dan organisasi tempat mereka bekerja.
·         Menanamkan, memelihara dan memupuk rasa tanggung jawab seseorang atau orang-orang terhadap Tuhannya, Negara dan masyarakat.
Prinsip-prinsip Penggerakan
·         Ada beberapa prinsip dalam penggerakan staf suatu organisasi yang perlu
·         diperhatikan, yaitu:
·         1. Efisien
·         2. Komunikasi
·         3. Jawaban terhadap pertanyaan 5w + 1H
·         4. Penghargaan linsentif
Tahapan Penggerakan

Tindakan penggerakan dibagi dalam tiga tahap, yaitu:

  1. Memberikan semangat, motivasi, inspirasi atau dorongan sehingga timbul kesadaran dan kemauan para petugas untuk bekerja dengan baik. Tindakan ini juga disebut motivating.
  2. Pemberian bimbingan melalui contoh-contoh tindakan atau teladan. Tindakan ini juga disebut koding yang meliputi beberapa tindakan, seperti: pengambilan keputusan, mengadakan komunikasi antara pimpinan dan staf, memilih orangorang yang menjadi anggota kelompok dan memperbaiki sikap, pengetahuan maupun ketrampilan staf.
  3. Pengarahan (directing atau commanding) yang dilakukan dengan memberikan petunjuk-petunjuk yang benar, jelas dan tegas. Segala saran-saran atau instruksi kepada staf dalam pelaksanaan tugas harus diberikan dengan jelas agar terlaksana dengan baik terarah kepada tujuan yang telah ditetapkan.

Sumber:
Purba, Herdianto. Great Supervisor. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. 2009
 Umar, Husein. Metode Riset Bisnis. : PT Gramedia Pustaka Utama. 2002
Umar, Husein. Business An Introduction. PT Gramedia Pustaka Utama. 2000

ocw.usu.ac.id/course/download/.../manajemen_textbook_manajemen.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar