PENGORGANISASIAN STRUKTUR MANAJEMEN
Menurut Urwick
(dalam Swanburg) bahwapengorganisasian adalah proses membuat suatu mesin.
Pengorganisasian harus memungkinkan pendapat pribadi, tetapi ini akan minimal
jika suatu desain diikuti. Pengorganisasian harus menunjukkan setiap bagian
seseorang yang akan bermain dalam pola social umum, serta tanggung jawab,
hubungan dan standar kinerja. Perkerja harus sejalan dengan fungsi-fungsi
khusus untuk memfasilitasi latihan yang perlu dilakukan. Struktur organisasi
harus berdasarkan prinsip-prinsip, termasuk kelanjutannya dimasa yang akan
datang.
Pengorganisasian
adalah pengelompokkan aktifitas-aktifitas untuk tujuan mencapai objektif,
penugasan suatu kelompok manajer dengan autoritas pengawasan setiap kelompok,
dan menentukan cara dari pengkoordinasian aktivitas yang tepat dengan unit
lainnya, baik secara vertical maupun
horizontal, yang bertanggung jawab untuk mencapai objektif organisasi.
Pengorganisasian
diartikan sebagai keseluruhan proses pengelompokan orang-orang, alat-alat,
tugas, tanggung jawab, dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu
kesatuan yang dapat digerakkan dalam rangka mencapai tujuan. Pengorganisasian
merupakan langkah kedua fungsi manajemen. Hasil pengorganisasian adalah suatu
situasi di mana organisasi dapat digerakkan menjadi satu kesatuan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Struktur
organisasi dapat diartikan sebagai susunan dan hubungan antara bagian dan
posisi dalam perusahaan. Struktur organisasi menjelaskan pembagian aktivitas
kerja, serta memperhatikan hubungan fungsi dan aktivitas sampai batas-batas
tertentu. Selain itu, struktur organisasi memperlihatkan tingkat spesialisasi
aktivitas tersebut. Struktur organisasi juga menjelaskan hikeraki dan susunan
kewenangan, serta hubungan pelaporan (siapa yang melapor pada siapa). Dengan
adanya struktur organisasi, maka stabilitas dan komunitas organisasi bisa tetap
bertahan.
Ada empat elemen
dalam struktur, yaitu:
- · Spesialisasi aktivitas, mengacu pada spesifikasi tugas-tugas perorangan dan kelompok kerja di seluruh organisasi (pembagian kerja) serta penyatuan tugas-tugas tersebut kedalam unit kerja.
- Standarisasi aktivitas, merupakan prosedur yang digunakan organisasi untuk menuju kelayak- dugaan (predictability) aktivitas-aktivitasnya.
- Koordinasi aktivitas, adalah prosedur dalam memadukan fungsi-fungsi sub unit dalam organisasi. Mekanisme standarisasi aktivitas akan memudahkan pengkoordinasian aktivitas khususnya dalam organisasi yang tidak memiliki pola rumit.
- Besar unit kerja, berhubungan dengan jumlah pegawai yang berada dalam suatu kelompok kerja.
Seseorang yang
mewakili perusahaan akan menyusun struktur organisasi dan sub-unitnya
sedemikian rupa agar sesuai dengan tujuan dan kemampuan organisasi.
Sumber:
S., Alam. Ekonomi. Jakarta : Penerbit Erlangga.
2007
Swanburg, Russel
C.Pengantar Kepemimpinan dan Manajemen
Keperawatan Untuk Perawat Klinis. Jakarta : Buku Kedokteran EGC. 1994
Umar, Husein. Business An Introduction. Jakarta : PT
Gramedia Pustaka Utama. 2000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar