Selamat datang di blog ini. Terima kasih karena anda telah membuka blog ini. Silahkan menjadi member di blog ini.^^

Kamis, 31 Oktober 2013

PENGORGANISASIAN STRUKTUR MANAJEMEN

PENGORGANISASIAN STRUKTUR MANAJEMEN
Menurut Urwick (dalam Swanburg) bahwapengorganisasian adalah proses membuat suatu mesin. Pengorganisasian harus memungkinkan pendapat pribadi, tetapi ini akan minimal jika suatu desain diikuti. Pengorganisasian harus menunjukkan setiap bagian seseorang yang akan bermain dalam pola social umum, serta tanggung jawab, hubungan dan standar kinerja. Perkerja harus sejalan dengan fungsi-fungsi khusus untuk memfasilitasi latihan yang perlu dilakukan. Struktur organisasi harus berdasarkan prinsip-prinsip, termasuk kelanjutannya dimasa yang akan datang.

Pengorganisasian adalah pengelompokkan aktifitas-aktifitas untuk tujuan mencapai objektif, penugasan suatu kelompok manajer dengan autoritas pengawasan setiap kelompok, dan menentukan cara dari pengkoordinasian aktivitas yang tepat dengan unit lainnya, baik secara vertical  maupun horizontal, yang bertanggung jawab untuk mencapai objektif organisasi.

Pengorganisasian diartikan sebagai keseluruhan proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas, tanggung jawab, dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu kesatuan yang dapat digerakkan dalam rangka mencapai tujuan. Pengorganisasian merupakan langkah kedua fungsi manajemen. Hasil pengorganisasian adalah suatu situasi di mana organisasi dapat digerakkan menjadi satu kesatuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Struktur organisasi dapat diartikan sebagai susunan dan hubungan antara bagian dan posisi dalam perusahaan. Struktur organisasi menjelaskan pembagian aktivitas kerja, serta memperhatikan hubungan fungsi dan aktivitas sampai batas-batas tertentu. Selain itu, struktur organisasi memperlihatkan tingkat spesialisasi aktivitas tersebut. Struktur organisasi juga menjelaskan hikeraki dan susunan kewenangan, serta hubungan pelaporan (siapa yang melapor pada siapa). Dengan adanya struktur organisasi, maka stabilitas dan komunitas organisasi bisa tetap bertahan.

Ada empat elemen dalam struktur, yaitu:
  • ·   Spesialisasi aktivitas, mengacu pada spesifikasi tugas-tugas perorangan dan kelompok kerja di seluruh    organisasi (pembagian kerja) serta penyatuan tugas-tugas tersebut kedalam unit kerja.
  •    Standarisasi aktivitas, merupakan prosedur yang digunakan organisasi untuk menuju kelayak- dugaan (predictability) aktivitas-aktivitasnya.
  •    Koordinasi aktivitas, adalah prosedur dalam memadukan fungsi-fungsi sub unit dalam organisasi. Mekanisme standarisasi aktivitas akan memudahkan pengkoordinasian aktivitas khususnya dalam organisasi yang tidak memiliki pola rumit.
  •     Besar unit kerja, berhubungan dengan jumlah pegawai yang berada dalam suatu kelompok kerja.

Seseorang yang mewakili perusahaan akan menyusun struktur organisasi dan sub-unitnya sedemikian rupa agar sesuai dengan tujuan dan kemampuan organisasi.

Sumber:
S., Alam. Ekonomi. Jakarta : Penerbit Erlangga. 2007
Swanburg, Russel C.Pengantar Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Untuk Perawat Klinis. Jakarta : Buku Kedokteran EGC. 1994 
Umar, Husein. Business An Introduction. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. 2000


Tidak ada komentar:

Posting Komentar